Saya tidak mulai usaha laundry dengan mimpi besar. Saya mulai dengan mesin bekas, dua karyawan, dan keyakinan bahwa asal cucian bersih dan wangi, pelanggan pasti balik. Tapi ternyata, yang bikin usaha laundry jatuh bukan cuma pelanggan sepi — kadang justru mesin yang rusak duluan, kain pelanggan yang cepat kusam, dan biaya operasional yang bocor di […]
Saya mau mulai dengan satu kesalahan kecil yang sering banget saya temui di lapangan — dan ini bukan salah siapa-siapa, tapi efeknya besar ke rasa dagangan. Banyak pedagang merasa kuah atau tumisannya “kurang nendang”, lalu solusinya selalu nambah bumbu, nambah kaldu bubuk, atau nambah garam. Padahal sumber masalahnya sering bukan di bumbu, tapi di lemak […]
Di banyak ruang produksi laundry, masalah bukan dimulai dari mesin yang rusak atau pelanggan yang komplain. Ia dimulai dari rak bahan kimia. Deterjen habis mendadak. Formula berubah tanpa pemberitahuan. Hasil cucian tiba-tiba tidak konsisten. Semua tampak sepele, sampai angka retur naik dan operator mulai “mengakali” takaran. Dalam audit internal, kami sering menemukan bahwa keputusan pembelian […]
Kalau kita bicara mi ayam, orang awam sering fokus ke topping ayamnya. Ada yang sibuk debat soal kecapnya harus manis atau asin. Ada juga yang ribut soal mie buatan sendiri atau beli jadi. Tapi kalau kamu sudah lama main di dapur mi ayam, atau minimal sering nongkrong di gerobak sampai panci kosong, kamu tahu satu […]
Banyak usaha laundry merasa sudah “aman” selama cucian terlihat bersih dan pelanggan tidak komplain keras. Padahal di balik tumpukan linen putih hotel yang tampak cerah dan pakaian warna pelanggan kiloan yang masih layak pakai, sering tersembunyi masalah operasional yang perlahan menggerogoti margin. Bukan soal mesin rusak mendadak, tapi biaya yang bocor sedikit demi sedikit, hampir […]
Saya ini tipe orang yang lebih percaya hidung daripada rumus. Kalau tutup jerigen dibuka, aromanya naik, dan dari jauh sudah kebayang mie ayam panas di mangkuk, di situ saya tahu minyak ayam itu benar. Bukan benar menurut teori, tapi benar menurut pengalaman lapangan. Puluhan tahun mondar-mandir dari dapur pedagang mie ayam, bakso, sampai dapur hotel, […]
Di ruang produksi laundry skala besar, deterjen jarang dibicarakan dengan nada serius. Ia dianggap barang habis pakai, urusan purchasing, bukan topik rapat operasional. Padahal, dalam banyak audit internal yang saya temui, sumber masalah kualitas justru berawal dari sini: deterjen yang “jalan”, tapi tidak stabil. Ada laundry kiloan besar yang omzetnya naik, tapi biaya kimia ikut […]
Ada satu momen yang sering saya lihat di lapangan. Pedagang mi ayam sudah capek-capek bikin topping ayam, rebus mie dengan teknik yang katanya turun-temurun, kuah kaldu direbus berjam-jam, tapi begitu mangkuk disajikan… rasanya “kosong”. Bukan hambar, tapi seperti ada yang hilang. Pembeli makan, habis, bayar, lalu besoknya tidak kembali. Di situlah biasanya saya cuma senyum […]
Ada satu momen yang hampir selalu dialami pengelola laundry skala besar: laporan biaya bulanan yang tiba-tiba membengkak, padahal volume cucian terasa “biasa saja”. Mesin tetap berputar, pegawai bekerja seperti biasa, harga jasa ke pelanggan tidak berubah, tetapi margin perlahan menipis. Ketika ditelusuri, sumbernya sering bukan listrik atau gaji, melainkan bahan habis pakai—khususnya deterjen dan produk […]
Parfum laundry sering dianggap urusan akhir. Setelah cucian bersih, kering, dan dilipat rapi, barulah aroma ditambahkan. Di banyak usaha laundry kiloan dan skala besar, parfum hanya diposisikan sebagai “sentuhan wangi”. Padahal, di lapangan, justru di titik inilah banyak masalah bermula—masalah yang tidak langsung terlihat di laporan harian, tapi pelan-pelan menggerogoti efisiensi usaha. Banyak pemilik laundry […]